Bahasa resmi & kerja UNESCO. Terjemahan otomatis oleh Google Translate.
Kaki gajah atau filariasis adalah pembengkakan tungkai akibat infeksi cacing jenis filaria. Cacing ini menyerang pembuluh getah bening dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Selain tungkai, bagian tubuh lain, seperti organ kelamin, lengan, dan dada, juga dapat mengalami pembengkakan. Sebelum timbul pembengkakan, penyakit kaki gajah tidak menimbulkan gejala yang spesifik sehingga pengobatannya sering kali terlambat. Filariasis atau penyakit kaki gajah disebabkan oleh tiga spesies cacing Filaria, yaitu Wucheria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori, yang ditularkan dengan perantaraan nyamuk sebagai vektornya. Berbeda dengan penyakit DBD atau Malaria yang hanya ditularkan oleh satu jenis nyamuk tertentu, penyakit kaki gajah dapat ditularkan oleh semua jenis nyamuk, baik genus Anopheles, Culex, Aedes, dan Armigeres. Penyakit kaki gajah masih ada di Indonesia, terutama ada dan ditemukan di daerah Kabuapaten belitung.
Bupati Belitung, Sahani Saleh mengajak masyarakat di daerah Kabupaten Belitung mencegah penyakit kaki gajah dengan cara meminum obat antisipasi kaki gajah yang telah disalurkan oleh petugas dinas kesehatan setempat.
UPT Puskesmas Simpangrusa Beserta Pemerintah Desa Simpangrusa melakukan kegiatan Pemberian obat kaki gajah atau filariasis untuk seluruh masyarakat 4 Dusun di Desa Simpangrusa yang dimulai hari Senin tanggal 24 Oktober sampai dengan Rabu 26 Oktober 2022. Pemberian obat kaki gajah atau filariasis dimulai dari Kepala Desa Beserta Perangkat Desa dan diikuti oleh masyarakat Desa Simpangrusa yang Pemeberian obat dilakukan per wilayah RT Masing-masing.